Kakek Munafiq
Di malam gulita, kakek nyalakan api,
Senyum melambai, cahaya pun menghampiri.
Terang menari, mengitari langkah sepi,
Menunjuk jalan lurus—tanpa ragu, tanpa lari.
Namun angin datang, kencang dan dingin,
Membunuh nyala, membekukan pandang nan bening.
Gelap menelan terang yang sempat hadir,
Tinggallah kakek—tersesat, tak tahu ke mana berpikir.
Ia menyesal, namun cahaya tak kembali,
Terperangkap dalam kelam, tiada arah pasti.
Hilang petunjuk, hilang kendali,
Langkahnya goyah, batinnya sunyi.
QS. Al-Baqarah ayat 17-18
Komentar
Posting Komentar