6 Penyebab Alami Meraih Kemuliaan
Kemuliaan memiliki sebab-sebab, ada yang diperoleh melalui usaha (kasbi) dan ada yang tidak melalui usaha (ghairu kasbi). Adapun sebab-sebab yang tidak melalui usaha ada enam:
Pertama: Akal, dan pahala yang dikaitkan dengannya bertingkat-tingkat berdasarkan dampaknya, karena akal itu mendorong kepada pengetahuan (ma'rifah), kedekatan kepada Allah dan tingginya derajat."
Kedua: Sifat-sifat mulia yang bersifat naluriah, seperti rasa cemburu, kelapangan dada (kesabaran), kasih sayang, kedermawanan, keberanian, dan rasa malu. Pahala diberikan berdasarkan dampak dari sifat-sifat ini. Dampak dari rasa cemburu adalah mencegah terjadinya perbuatan keji dan segala sebabnya terhadap kehormatan diri dan keluarga. Dampak dari kelapangan dada adalah menunda pembalasan terhadap orang yang berbuat salah hingga kemarahan pihak yang terzalimi mereda, sehingga memudahkan untuk memaafkan kesalahan tersebut. Dampak dari kasih sayang adalah memberikan kebaikan yang sempurna dan kebaikan yang menyeluruh. Dampak dari kedermawanan adalah memberikan harta dan manfaat dalam semua bentuk pendekatan diri kepada Allah. Dampak dari keberanian adalah melindungi jiwa, harta, kehormatan, dan anak-anak dari serangan musuh. Sedangkan dampak dari rasa malu adalah menahan diri dari melakukan segala sesuatu yang buruk.
Ketiga: Pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh melalui ilham, dan pahala atasnya bergantung pada buah yang dihasilkan berupa kondisi batin dan amal perbuatan.
Keempat: Karomah, seperti tersingkapnya hal-hal gaib dan terjadinya pelanggaran terhadap hukum kebiasaan (keajaiban). Karomah ini merupakan ujian bagi para penempuh jalan spiritual; siapa yang terpikat dengannya, maka ia akan terhenti karena kesibukannya dengan karomah itu dan melupakan Tuhannya; sedangkan siapa yang berpaling dari karomah itu dengan terus menghadap kepada Allah, maka ia akan terangkat derajatnya karena kesibukannya bersama Tuhannya.
Kelima: Kenabian, yang merupakan derajat tertinggi dan tujuan mulia paling agung, dan tidak dapat diperoleh dengan usaha manusia semata.
Keenam: Kerasulan, yang kadang terjadi secara langsung tanpa perantara, seperti dalam firman Allah: "Pergilah kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas." (QS. An-Nazi'at: 17), dan kadang melalui perantara malaikat, seperti dalam firman-Nya: "Wahai orang yang berselimut, bangunlah lalu berilah peringatan!" (QS. Al-Muddatsir: 1–2).
Komentar
Posting Komentar